TEKANAN BATIN SEORANG ISTRI
“Ha-ha-ha. Iya, kalian sudah sukses. Frozen food kalian laris. Kalian punya uang, hidup layak. Sedangkan gue? Gue nggak punya siapa-siapa.”
“Lo punya kami,” ucap Ujang lirih.
“Dan selama Lo masih mau berubah, Lo nggak sendirian.”
“Tapi, gue sudah terlalu jauh, Jang. Setiap malam, kepala gue dipenuhi angka, grafik, suara mesin slot. Gue udah nggak bisa lepas.”
Andi menatapnya tajam. “Lo bisa, Rangga. Tapi Lo harus mau bantu diri Lo sendiri. Kami bisa bantu, tapi Lo yang harus melangkah.”
Bab Populer