Saat Aku Tak Lagi Meronta
Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam
Sahabatku Menyembuhkan Gairahku
Dokterku Satu-Satunya Yang Membuatku Hilang Kendali
Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku
Kurelakan Jantung Itu untuk Adik Angkatku
Menghadapi Kematian di Depan Mata
Tak Sangka Dokter Itu Begitu
Jeritan yang Tak Terdengar
Hampir Hilang Karena Penasaran
Dendam yang Mengakar di Jiwa
Kejamnya Mulut Suamiku
99 Kali Operasiku Ditunda, Kini Aku Mengamuk
Semoga Bahagia, Tanpa Diriku Selamanya
Melepaskan Semua yang Menyakitiku Dengan Lapang Dada
Sakit Sesaat Demi Kebahagian Masa Depan
Kesunyian Di Tengah Kehampaan Hati yang Perih
Sakit yang Menyenangkan
GAIRAH YANG TERTAHAN
Saat Aku Tak Lagi Meronta