Pesan Kotor Di Laptop Anakku
Aku juga bahkan kaget kalau aku ternyata bisa seberani barusan.
“Masalah John, itu adalah urusanku. Dia adalah pengecualian. Kasihan juga kan, dia. Itu, pacarnya barusan mati. Ya, kita hibur dia agar dia tidak terlalu sedih.” Daddy nyengir kuda. Membuatku semakin tidak bisa membaca apa yang bercokol di kepala bandot tua ini sebenarnya. Plin plan, egois, dan manipulatif, begitulah kira-kira sifat Daddy yang sesungguhnya.
Aku hanya bisa diam dan menelan liur. Ya, bagaimana pun Daddy tak pernah salah. Bila dia ketahuan berbuat khilaf, kembali lagi ke peraturan semula. Daddy selalu benar dan sekali lagi tak pernah salah.