Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sebatas Pengantin Pengganti

Sebatas Pengantin Pengganti

kata Arsya. "Oh iya lupa," ucap Damar. "Mau main ke mana?" "Gimana kamu aja, kan kamu yang ajak," kata Arsya. "Cuman ya jangan sampai malam banget, dicariin Papa nanti." "Sampe jam tujuh deh," ujar Damar. "Nah." "Aku sih lagi pengen main ke wahana-wahana gitu," kata Damar yang langsung dijawab oleh Arsya.
9.730.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Lelaki Yang Kau Pamerkan Itu Suamiku

Lelaki Yang Kau Pamerkan Itu Suamiku

Karena dengan mengatakan itu sudah pasti Bu Nia akan curiga dan mencari tahu. “Oh ya, Damar kemana? Tadi Mama selesai mandi dia udah nggak ada.” “Ke balai desa, disana ada kerja bakti buat menyiapkan lomba.” “Kenapa kamu biarin Damar sendiri? Pelakor itu dimana-mana tahu!” Launa meringis mendengarnya, “disana juga bapak-bapak semua, Ma.” “Justru itu, pelakor pasti ada nyelip disana. Meskipun Damar setia tapi jangan sampai kamu biarin suami kamu itu digrepe-grepe pelakor!”
1027.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Jerat Sang Iblis

Jerat Sang Iblis

"Apa ini? Kunci sel baruku?" "Itu kunci *South Wing*," jawab Damian. Dia duduk kembali, menyalakan sebatang cerutu. Asap mengepul, menyembunyikan sebagian wajahnya. "Ada taman di sana. *Rooftop garden*. Tertutup dinding kaca tinggi, jadi kau tidak bisa melompat. Tapi ada pohon, ada rumput, ada langit langsung." Elena tertegun. Taman?
10764 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Mama Temanku

Terjerat Pesona Mama Temanku

Ia segera masuk ke ruangan Arif untuk melapor. “Laporan, Komandan. Bu Sarah sudah aman di rumahnya,” lapor Barjo, suaranya tegas. Arif mengangguk. "Bagus. Kamu bisa istirahat." Setelah Barjo pergi, Arif menatap Adit, Surya, dan Ahmad yang sudah siap dengan perlengkapan mereka. "Jadi, rencananya begini," Arif memulai, menunjuk sebuah peta di meja. "Markas Damar itu ada di bekas pabrik di pinggir kota. Gedungnya kosong, tapi ada banyak penjaga."
9.9118.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai dama batang park
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
pipovernandes
Adakah penyesalan membuatmu berhenti? Atau kamu percaya adanya hal yang baik setelah sesalmu? Dino sangat takut. Anak yatim piatu penghuni panti asuhan itu harus berdamai dengan kata "berpisah", semua karena adopsi. "Hidup terkadang tak sesuai keinginan kita." Dino mengingat ucapan ibu asuhnya.
Baca Semua Ulasan
Kembalinya sang Pewaris

Kembalinya sang Pewaris

Di bagian taman kota di tengah-tengah pusat kota besar itu, Damar baru saja memarkir mobilnya di area parkir. "Ke mana dia tadi? Bukankah tadi dia tidak jauh dari sini?" ucap sekretaris pribadi Alexander Barata itu.
1056.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Dendam Wanita Simpanan

Dendam Wanita Simpanan

Saat aku mulai berpindah hendak merapikan tumpukan kertas bekas, terdengar suara sepeda motor berhenti di depan. Tergesa aku bangkit berpaling dan mendapati Bu Dama yang masih berdiri di depan. “Nay, kenapa ponsel kamu gak aktif?” tanya wanita tinggi besar yang memakai gamis berwarna hijau tosca tersebut. “M-maaf, Bu. Ponsel saya kemarin jatuh ke air, jadi rusak,” sahutku. Benar saja, satu-satunya kusesali karena kecerobohan kemarin hanya ponsel yang rusak karena terkena air laut.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
SUAMIKU TERNYATA BUKAN BERANDAL BIASA

SUAMIKU TERNYATA BUKAN BERANDAL BIASA

ujar Saga. "Kamu mau kemana, Mas?" "Sebentar saja, okey?!" Damay mengangguk sambil tersenyum melihat Saga yang menggendong baby Rain melangkah menjauh diikuti Pak Tom, sementara Pak Jerry menjaga Damay agar tak lepas dari pantauannya. Damay melihat sekeliling, ia merasa bahwa keindahannya begitu menakjubkan. Ia berjalan menuju salah satu pohon yang dipenuhi gembok cinta. Menatap gembok yang berwarna-warni.
1071.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Damar mulai ingat dulu waktu kecil sang papa sering mengajaknya untuk berjalan-jalan di dalam hutan untuk melihat kera. “Eh kayanya aku tau tempat ini.” Damar dengan berhati-hati mulai melangkah lalu mengajak ketiga temannya ke sebuah tempat, mereka harus melewati semak belukar dan rumput ialalang yang tinggi. Delia sangat asing dengan suasana tempat yang begitu sunyi karna tak pernah ke sini sebelumnya. Dan semakin melangkah ke dalam mereka di buat penasaran dengan banyaknya kulit buah ketapang yang berceceran dimanapun.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Istri yang Diremehkan Ternyata Juragan

Istri yang Diremehkan Ternyata Juragan

Damaira, Mahesa, dan Ezra masuk ke dalam rumah, dengan membawa beberapa barang belanjaan milik Damaira. Di sela-sela istirahat mereka sembari menikmati minuman hangat, Damaira bertanya tentang keseruan Ezra bermain di Dufan. Anak itu bercerita dengan riang gembira, tak lupa juga menceritakan tentang kekecewaannya tak bisa menaiki wahana roller coaster dan wahana yang ekstrim lainnya. Damaira merasa lega karena anaknya tidak menaiki wahana tersebut, dia belum cukup umur, sangat beresiko. Di sana juga ada batasan umur atau tinggi badan untuk bisa menaiki wahana tertentu.
9.965.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

harap Kiai Darmawan di sela tangisannya. Lelaki sepuh itu melangkan ke arah belakang di ikuti oleh dua pasang muda-mudi. Tampak sebuah pemakaman yang sederhana namun tidak menyeramkan. Empat buah pohon Bidara berukuran besar berada di setiap sisi area pemakaman. Sebuah liang lahat sudah tersedia di bawah sebuah pohon Bidara yang paling besar dan rimbun. Daunnya berjatuhan ke dalam lubang.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status