Terjerat Pesona Mama Temanku
Ia segera masuk ke ruangan Arif untuk melapor.
“Laporan, Komandan. Bu Sarah sudah aman di rumahnya,” lapor Barjo, suaranya tegas.
Arif mengangguk. "Bagus. Kamu bisa istirahat."
Setelah Barjo pergi, Arif menatap Adit, Surya, dan Ahmad yang sudah siap dengan perlengkapan mereka. "Jadi, rencananya begini," Arif memulai, menunjuk sebuah peta di meja. "Markas Damar itu ada di bekas pabrik di pinggir kota. Gedungnya kosong, tapi ada banyak penjaga."