Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Skandal Panas Presdir Tampan

Skandal Panas Presdir Tampan

Rumah itu terbuat dari batu bata merah tua, di depannya, terdapat kebun kecil yang dikelilingi oleh pagar rendah yang terbuat dari besi. Chiara menatap rumah itu dengan cemas, hatinya berdebar-debar memikirkan pertemuan antara Damien dan kedua orang tuanya. Meskipun dia yakin bahwa kedua orang tuanya akan menyambut Damien dengan baik, tetapi tetap saja, perasaan gugup itu tak dapat dihindari. Damien keluar dari mobil dengan sikap penuh percaya diri, menoleh dan menatap Chiara dengan senyuman yang menenangkan. "Kamu siap?" tanyanya sambil mengulurkan tangannya ke arah Chiara.
1040.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Dendam Saudara Kembar

Dendam Saudara Kembar

geram Saras. "Bagaimana keadaan wanita jalang itu ?" Tanya Michella. "Itu yang ingin mama katakan padamu. Tapi ponsel kamu selama dua hari ini tidak dapat dihubungi. Kamu terlalu sibuk dengan burung yang tidak seberapa itu sehingga mengabaikan segalanya" gerutu Saras. "Ada apa dengannya ?" Tanya Michella dengan rasa penasaran. "Tangannya terluka parah karena terkena serpihan kaca. Bahkan makan saja dia menggunakan tangga kiri"
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS

tanya Erlangga sebagai permulaan. Daniel membenarkan letak duduknya. Dia membuat dirinya lebih santai. Dia menengadah menatap langit-langit kamar, kedua mata hitamnya berputar saat mencoba mengorek kenangan masa lalu dari majikannya itu. Erlangga menunggu dalam hening. Urat-urat di tubuhnya mulai menegang. "Tuan Besar adalah pemilik perusahaan Pamungkas Industry. Dia memiliki banyak cabang dan pabrik di kota lain," kata Daniel mengawali kisahnya.
9.57.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Sahabat Jandaku

Mengejar Cinta Sahabat Jandaku

Setelah sampai di rumah Damar, Tian langsung teriak untuk menyuruh Damar masuk ke dalam mobil dan pergi mencari Agni bersama-sama. Begitu masuk, Tian mencoba memastikan hal yang diucapkan Damar di telepon tadi. “Kamu yakin, kan?” Tian memastikan pernyataan yang di berikan Damar. Pria di sampingnya tak menjawab dan hanya mengangguk sembari memasang sabuk pengaman. “Di mana?” tanya singkat Tian. “Di toko Puffy jalan Sudirman.” Damar dengan menatap Tian dan nada bicara terburu-buru.
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Dan malam ini, rembulan itu sedang ganjil—bulan purnama menyorot miring, menimbulkan bayang panjang di atas taman belakang istana. Ia melangkah pelan di antara deretan pohon tanjung dan kamboja. Taman belakang itu berada di sisi timur tembok, jarang dilalui orang kecuali para abdi yang menyapu daun di pagi hari. Di tengah taman ada sebuah batu besar berbentuk bulat pipih, hampir tertutup lumut—itulah yang diyakininya sebagai “batu bundar” dalam pesan.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Sebatas Pengantin Pengganti

Sebatas Pengantin Pengganti

kata Arsya. "Oh iya lupa," ucap Damar. "Mau main ke mana?" "Gimana kamu aja, kan kamu yang ajak," kata Arsya. "Cuman ya jangan sampai malam banget, dicariin Papa nanti." "Sampe jam tujuh deh," ujar Damar. "Nah." "Aku sih lagi pengen main ke wahana-wahana gitu," kata Damar yang langsung dijawab oleh Arsya.
9.731.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Gadis Kesayangan Sang Mafia

Gadis Kesayangan Sang Mafia

Hari ini, mereka akan pergi ke parade musim panas di Alderson. Sesuai janji Damian sebelumnya, ia ingin mengajak Bella ke sana demi menikmati parade, rodeo, kontes kue, pameran stroberi bersama buah dan sayur lainnya, lomba bebek karet dan balap perahu di sungai Greenbarrier, serta acara lainnya. Kedua orang tuanya dan Ibu Bella telah berada di sana sejak paradenya dibuka. Damian harus menyelesaikan sebuah transaksi, jadi ia baru bisa berangkat pada pukul sepuluh.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Kelana Nirbatas

Kelana Nirbatas

Amben adalah dipan atau balai-balai, yaitu bangku panjang rendah tanpa sandaran yang terbuat dari bambu, digunakan sebagai tempat duduk atau untuk sekadar berbaring, Amben di belakang rumahnya juga merupakan tempat yang nyaman untuk bersantai bagi Rawa dan Rhea jika sedang berkunjung ke rumahnya. Arsha yang baru bersiap membersihkan daun pisang dengan lap basah bersih, melihat dua orang sosok yang tidak asing mendekat ke arahnya. Seorang lelaki muda terlihat seperti sedang asik bercanda dengan perempuan di sebelahnya, yang sepertinya menanggapi lelaki itu seadanya. Siapa lagi kalau bukan Rawa dan Rhea, mereka sudah biasa datang bersama karena rumah mereka berdekatan, Rhea juga tidak bisa dat
9.93.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Ia mempelajari profil para tamu penting, menghafal nama-nama, dan menyiapkan presentasi singkat tentang pencapaian Grup Dirgantara di bidang sosial. Ia juga diminta untuk mencarikan informasi tentang beberapa seniman yang akan berpartisipasi. Saat ia membalik halaman katalog, sebuah nama menarik perhatiannya: Bima Samudra. Jantung Raina langsung berdegup kencang. Jadi, Bima juga akan hadir. Ini adalah pesta amal yang sama! Rasa cemas dan semangat bercampur aduk. Ia akan bertemu Bima lagi, di tempat yang sama, dan kali ini, ia akan berada di sisi Arjuna. Situasinya terasa seperti sebuah drama yang rumit, di mana ia adalah pemeran utama yang terjebak di tengah-tengah.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Jerat Sang Iblis

Jerat Sang Iblis

"Apa ini? Kunci sel baruku?" "Itu kunci *South Wing*," jawab Damian. Dia duduk kembali, menyalakan sebatang cerutu. Asap mengepul, menyembunyikan sebagian wajahnya. "Ada taman di sana. *Rooftop garden*. Tertutup dinding kaca tinggi, jadi kau tidak bisa melompat. Tapi ada pohon, ada rumput, ada langit langsung." Elena tertegun. Taman?
10952 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai dama batang park
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status