Shadow Under The Light
Jantungku berdegup kencang, tangan-tangan tak kasatmata memerangkapku dalam jeratan mengerikan, menahanku erat, bisik-bisik menakutkan merutukiku dengan cacian.
Malam itu aku tidur dengan tidak tenang, percikan darah merah seolah berdiam di balik pelupuk mata. Tatapan Lyra, suara berdenguk si pria tambun, dan juga organ tubuh wanita seksi itu menghantuiku. Mereka semua mengulurkan tangan, memintaku membantu mereka. Lalu suara Axel menengahi jeritan pilu, kalimatnya terngiang-ngiang di otakku.
Besok, besok, besok, terus berulang konstan bagai lingkaran setan.
Hot Chapters