Chemistry Chapter
Dewa hanya membalas singkat dan tersenyum tipis bila ada mahasiswa yang menyapa.
Dewa berhenti di depan gedung perpustakaan. Ia mendorong pintu kaca tebal itu dengan perlahan, berusaha tidak menimbulkan suara sedikitpun. Matanya menyusuri sudut-sudut meja dalam ruangan sunyi itu. Di sana, di dekat jajaran rak buku-buku hukum, tampak Zea sedang duduk berdampingan dengan Manda. Meja di hadapan mereka dipenuhi oleh Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, lembaran fotokopi putusan pengadilan, dan sebuah laptop yang menampilkan draf makalah.