AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG
Bukan hanya karena kehadiran Alya dengan aura mahalnya, tetapi juga karena getaran halus yang mengiringi setiap langkahnya saat Bu Lestari memandunya berkeliling.
Senyumnya sempurna, pertanyaannya tentang program CSR tepat sasaran, tetapi matanya, matanya yang seperti elang, terus mengamati, menyaring, dan menilai.
“Ruang baca ini sangat mengesankan, Bu Lestari,” puji Alya, jari telunjuknya yang bercat kuku sempurna menyentuh rak buku baru.
“Tata letaknya sangat mempertimbangkan aksesibilitas anak-anak.” Namun, pandangannya hanya sekilas menyapu ruangan sebelum kembali tertarik ke jendela yang menghadap ke lapangan sekolah.
Hot Chapters