Langkah Dewi : Warisan Rahasia
Di meja panjang berlapis marmer hitam, dokumen-dokumen berstempel negara berkembang berserakan, bersama grafik migas, peta tambang, dan kontrak utang.
Dewi berdiri di balik dinding kaca satu arah, napasnya nyaris tak terdengar. Mikrofon mikro-sensor di telinganya merekam setiap kata. Di layar kecil di tangannya, wajah Damar muncul dari markas persembunyian.
“Kau yakin aman?” bisik Damar. “Kalau mereka tahu kau di situ—”
“Sudah terlambat untuk mundur,” potong Dewi pelan. Matanya tak berkedip, menatap para penguasa itu. “Kita akhirnya lihat wajah asli dalangnya.”
Hot Chapters