Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

“Kau belum menjadi istriku. Tahan dirimu.” “Iya, maaf, kau bisa mencari Dewi Hara dengan tenang. Aku tidak akan membocorkan rahasia ini. Selamat jalan, Kanda, semoga pencarianmu cepat selesai.” Dewi Ambar terbang dan jubah suteranya meliuk dengan indah. “Huuuek.” Arsa seolah-olah muntah. “Apa yang aku ucapkan tadi. Ah, terserah, sekarang aku harus pergi.” Dewa perang itu pamit pada sang dewa kebijaksanaan.
1028.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 692 kali sebagai puisi dewi lestari
Baca
+Pustaka
Putri Pewaris Yang Terusir

Putri Pewaris Yang Terusir

Kilat cahaya menerangi sasana malam di sana. Semua bernuansa gelap dengan beberapa warna berbeda sebagai pemanis untuk menghidupkan panggung. Bia berpose di antara daun-daun panjang yang terhias beberapa pita merah. Ia duduk di lantai berkarpet rumput dengan dua kaki yang terlipat. Bibir tipis merah mudanya tersenyum ceria, tangan kanannya memeluk jemari pria tampan dengan kemeja hitam terbuka. Warna pakaian yang bertolak dengan Bia. Gaun putih setipis sutra nampak anggun, lengan baju pendeknya menari tertiup angin.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai puisi dewi lestari
Baca
+Pustaka
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Pertempuran fisik telah dimenangkan oleh bumi, namun pertempuran jiwa di tengah kegelapan baru saja dimulai. Jauh di belakang barisan pertahanan, di bawah rindangnya pohon beringin purba, Dewi berdiri sambil memeluk Kirana di dadanya. Ia tidak menutup telinganya dari bisikan gila yang merayap di udara. Sebaliknya, ia mulai melantunkan tembang pujian pada ibu pertiwi, sebuah nyanyian tanpa kata yang hanya mengandalkan getaran vokal dari dasar perut. Suara Dewi yang jernih dan penuh cinta maternal merambat melalui tanah, menyatu dengan nada seruling Arga, menciptakan perisai gaib yang tak kasatmata. Setiap kali bisikan kegelapan dari peti besi itu mencoba meracuni hati seorang ibu atau seorang
10734 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai puisi dewi lestari
Baca
+Pustaka
Perginya Istri Manis Sang Pewaris

Perginya Istri Manis Sang Pewaris

Alhasil, Majandra memilih tak menanggapi segala ocehan sahabatnya tersebut. Satu lagu telah diselesaikan oleh wanita cantik di belakang stand mic, yang tak lain memang model seksi bernama Lea Farez. Wanita bertubuh indah itu kemudian turun dari bangku bulat tempat dirinya duduk. Lea memilih berdiri saat membawakan lagu kedua.
1040.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 968 kali sebagai puisi dewi lestari
Baca
+Pustaka
Sang Dewa Perang Terkuat

Sang Dewa Perang Terkuat

Hai, Readers. Buku “Sang Dewa Perang Terkuat” saya tulis di tanggal 5 April 2023. Terhitung sudah hampir tiga tahun buku ini saya tulis. Awalnya saya menulis buku ini tanpa harapan apapun, tapi lewat buku ini nyatanya membawa saya mendapatkan begitu banyak hal. Season pertama buku ini memenangkan kompetisi Goodnovel dan hal itu yang membuat saya yakin untuk melanjutkan menulis buku ini.
9.6187.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai puisi dewi lestari
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Zila Aicha
Halo, good readers. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih sudah membaca dan menunggu update dari novel ini. Mohon maaf, malam ini saya belum bisa update. -_- Tapi, jangan khawatir besok saya update lebih banyak bab. Sampai ketemu besok yah. ^_^
Anton Tan Acong
gimana mau naik ratingnya dan bersaing klo update aja suka2 hati gini thor. liat aja sendiri novelnya udah cukup lama tapi nilainya sampai saat ini blm dpt rating novelnya itu dikarenakan pembaca malas kasih rating dan gems dikarenakan updatenya tidak sesusai dengan keinginan pembaca
Baca Semua Ulasan
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Padahal suaminya memperlakukannya seperti keset kaki yang tidak berharga. "Kamu benar, Suri. Bulik dan semua perempuan lain itu tidak berdaya. Kami masih terus berusaha mempertahankan kemenangan semu dalam cangkang rapuh yang disebut istri sah. Ketika kami tersadar, kami sudah terlalu tua dan terlalu akrab berteman dengan duka lara. Kami menua dengan tidak pernah merasa bahagia," adu Bulik Dewi lara. "Prinsipmu sudah benar, Ri. Selagi kamu masih muda dan berdaya, lakukan saja apa yang membuatmu bahagia, sebelum terlambat seperti Bulik ini."
1082.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi dewi lestari
Baca
+Pustaka
Lahirnya Sang Dewa Pedang

Lahirnya Sang Dewa Pedang

"Silakan serang aku lebih dulu. Aku khawatir jika aku menyerang lebih dulu, kamu tidak akan punya kesempatan menyerang lagi." "Nampaknya putri Lian Yu sangat percaya diri," Jerry Cai berucap lalu langsung menarik pedang yang tersampir di punggungnya. Pedang itu berwarna merah darah dengan ukiran awan merah di bilahnya. Begitu pedang terhunus, aura api yang panas langsung menyebar ke seluruh arena. "Pedang awan Api , Tarian awan Berapi!" Jerry Cai berteriak lalu menerjang ke arah putri Lian Yu dengan kekuatan penuh.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai puisi dewi lestari
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi dewi lestari
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris

Sang Pewaris

Gadis itu mengerutkan kening, tak mengerti. “Mereka sedang menghadiri jamuan makan malam peresmian Hotel La luna. Media pasti meliputnya,” Gadis itu kini mengerti, dan cepat-cepat mengambil benda pipih itu, kemudian mengotak-atiknya. Kedua netranya melebar saat melihat berita exlusive malam itu. ‘Pewaris Grup Hutomo, untuk pertama kali membawa seorang gadis ke acara resmi.’
9.643.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 952 kali sebagai puisi dewi lestari
Baca
+Pustaka
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

“Tapi tempat seperti ini sering dipakai untuk menyimpan pesan rahasia. Kau siap?” Dewi menelan ludah. “Aku lahir di Batu Taba, besar dengan cerita leluhur. Kalau ini peninggalan Ayah, aku harus siap.” Mereka masuk. Di dalam, hanya ada patung kayu besar yang hampir runtuh, dinding penuh lumut, dan lantai berdebu. Namun sesuatu membuat Dewi merinding: ada ukiran panah di lantai, mengarah ke bagian altar.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai puisi dewi lestari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status