Semalam Untuk Selamanya
"Benar, Lidya. Kamu tenang saja, ada Paman dan Bibi di sini. Kami tidak akan membiarkanmu sendirian menghadapi musibah ini."
Lidya hanya terpaku, membiarkan dirinya dipeluk secara formalitas. Gadis itu terlalu polos untuk menyadari sesuatu, namun Kendra yang berdiri di samping Lidya bisa melihat dengan jelas: ada kilatan kepuasan dan kalkulasi yang dingin di balik mata Damar saat menatap rumah besar ini, lalu beralih menatap Lidya seolah-olah gadis tujuh belas tahun itu hanyalah kerikil kecil yang mudah disingkirkan.
Kendra berdeham keras, melangkah maju hingga tubuh tingginya secara tidak langsung memblokir jarak antara Damar dan Lidya. "Selamat malam, Pak Damar. Saya Kendra Wijanarko."
Hot Chapters