Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SANG PEMIMPIN DAN PEMBERI INFORMASI

SANG PEMIMPIN DAN PEMBERI INFORMASI

Kata Ken Setengah jam kemudian Ken bersama seorang pemuda tiba di ruangan Amara, asisten muda itu mencoba membuka kode di komputer itu untuk mendemontrasikan keistimewaan nya. Amara tidak tertarik dengan penjelasan asisten muda itu. Melihat raut wajah Amara Ken mulai berucap "Komputer ini terhubung dengan jaringan informasi perusahaan. Lewat komputer ini non bisa melihat informasi yang sama seperti laporan yang tadi saya bawa dan bisa mengakses ratusan laporan dengan cepat."
3.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as deskmate adalah
Read
+Library
Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

“Aku tahu, Dimas.” Dimas mengangguk pelan, meski jelas dari wajahnya bahwa ia belum sepenuhnya percaya. … Di kantin perusahaan yang ramai, Amore duduk di meja kecil dekat jendela, menikmati secangkir kopi sambil memeriksa beberapa dokumen di tabletnya. Tak lama, Emily muncul dengan nampan makanan di tangannya, wajahnya terlihat sedikit canggung saat ia melihat Amore sendirian.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as deskmate adalah
Read
+Library
CLIENTKU DOSENKU

CLIENTKU DOSENKU

Tak ada satu pun yang akan menyangka kalau semalam ia baru saja keluar dari apartemen Adam menjelang pagi—tubuh letih, tapi dipaksa tampak segar. Jam istirahat tiba. Seperti biasa, Jessica dan Luna langsung menghampirinya. Mereka duduk di bangku panjang dekat jendela kelas. Henry, yang sejak tadi membaca catatan, ikut bergabung. “Gila ya, tugas Pak Adam bikin otak meledak,” keluh Jessica sambil memijat pelipis. “Iya, dia tuh kayak nggak punya hati,” sahut Luna.
10834 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as deskmate adalah
Read
+Library
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

Maka dari itu, rambut pun menjadi salah satu yang tak luput dari perhatiannya. “Yaelaah, kaya bakal bawa cewek aja lo!” ledek Arai. “Yeeee, enak aja! Gue ngajak Desma entar!” sahut Anton. Matari dan Sandra saling melempar pandangan. Desma? Desma seingat Matari adalah salah satu teman SD-nya. Yang saat ini menghuni kelas 1-1. Desma punya geng sendiri, berisikan Nora dan Evelyn.
12.6K viewsCompletedAdded to Library 453 Times as deskmate adalah
Read
+Library
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

“Enak. Aku suka. Besuk bawakan ke kantor, ya. Buat teman kerja. Plus buat ingat kamu terus.” Aku melayangkan tatapan curiga sambil berkata, “Jadi selama ini tidak ingat aku? Apa ada yang manis-manis di sana? Jangan-jangan….” “Kumat? Jangan kawatir, ada Desi yang jadi satpamku.” “Tuh, Kalila si sekretaris pengganti itu.”
9.81.3M viewsCompletedAdded to Library 33.9K Times as deskmate adalah
Show Reviews (144)
Read
+Library
Penghujung Cerita
Rani tidak sadar bahwa dari dulu mas Suma xpernah suka wanita dan wanita pertamanya adalah Rani kalu Suma curang knpa dari dulu tidak buat knpa baru skrng pdhl dia duda udah lama menurutku paling hebat itu Dewi ngk ada wanita lain..
Astika Buana
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Ikuti cerita lainnya dengan ketik di kolom pencarian: astika buana. . Terima kasih. Sayangi diri kalian dengan selalu bahagia, apapun keadaannya. . LOVE astika Buana
Read All Reviews
Devil Intention - Bahasa Indonesia

Devil Intention - Bahasa Indonesia

“Kamu bisa pergi ... ucap Alex dingin tanpa mengucapkan terimakasih. Ia langsung masuk dan menelisik ruangannya. Kursi kerja. Seperangkat PC dengan sofware keamaan buatan sendiri. Milik Airlangga Dirgantara Developer. Orang orang menyebutnya, Airlangga Developer. “Permisi Tuan Alex ... seorang wanita dengan pakaian rapi dan tampilan kantoran klasik tapi elegan masuk.. Saya sekretaris anda, perkenalkan nama saya Alexa ... ucap perempuan itu dengan penuh percaya diri dan sunggingan senyum di bibirnya. Alex tertawa rengah dengan lelucon adik perempuannya itu,. Berhenti bergurau dan keluar dari ruanganku ... ucap Alex saat tawanya sudah mereda.
9.427.8K viewsCompletedAdded to Library 583 Times as deskmate adalah
Read
+Library
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

Di antara semuanya, Dimas ini yang paling galak, tapi dia juga yang paling pertama peduli dan datang kalau ada yang meminta bantuan kepadanya. Setelah bertukar salam dengan Dimas, dia menghampiri Ale, temannya yang paling introvert dan kalem. Wajahnya yang paling ‘cantik’, apalagi kalau dia pakai kacamata, dan rambut ikalnya diikat ala man bun. Ale bekerja sebagai freelancer programmer dengan berbagai klien dari belahan dunia. Kerjanya full remote dan sering sekali mengabarkan kalau dia WFA di Bali, Lombok, dan yang terakhir di New Zealand selama tiga bulan.
1029.7K viewsCompletedAdded to Library 742 Times as deskmate adalah
Read
+Library
Pengganti Hati Sang Mafia

Pengganti Hati Sang Mafia

Aroma kopi masih menggantung, bercampur dengan wangi manis yang baru digaungkan AC. Margaretha sudah pulang. Lisa yang terakhir, sengaja memperlambat waktunya merapikan mesin espresso. Di ruang belakang, pintu kantor kecil Mateo, pemilik kafe. Lisa menegakkan tubuh, merapikan blus tipisnya di balik apron yang sudah ia lepas. Dia mengetuk pintu. “Masuk,” suara berat itu terdengar. Mateo duduk di kursi kecil di balik meja kayunya, masih dengan kemeja digulung hingga siku. Matanya lelah… tetapi langsung berubah fokus saat melihat Lisa masuk.
101.2K viewsCompletedAdded to Library 30 Times as deskmate adalah
Read
+Library
Womenizer

Womenizer

Kebetulan hari ini ada dua mata kuliah di ruangan yang sama. Ada yang datang menghampiri Deska saat itu, mengetuk meja dan membangunkan tidurnya. Mata Deska setengah terbuka. Setelah melihat secara keseluruhan, seorang senior berdiri tepat di depannya. Tampan sih, tapi tampangnya kayak preman picisan. “Hei, kacamata! Jadi nama lo Deska ya?” Radit memastikannya.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as deskmate adalah
Read
+Library
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Selain meja kerja besar di dekat jendela, ada sofa abu muda, rak buku berisi berbagai penghargaan teknologi, dan—anehnya—sebuah dapur mini di sudut kanan lengkap dengan mesin kopi, kulkas kecil, dan minibar. “Ini ruang kerja atau apartemen, Om?” tanyaku heran. “Dua-duanya,” jawabnya sambil menaruh ponsel dan kunci mobil di meja. “Kadang aku lembur sampai pagi di sini. Jadi, harus bisa dipakai hidup juga.” Aku terkekeh pelan. “Wajar aja betah, suasananya cozy banget.” Om Kais berjalan ke arah minibar, membuka kulkas, lalu mengeluarkan sebotol jus jeruk. Dia menuangkan ke gelas kaca dan menyodorkannya padaku.
1017.7K viewsCompletedAdded to Library 495 Times as deskmate adalah
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status