Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SPERANZA

SPERANZA

Dia memilih untuk memutuskan Speranza sebelum rasa bahagia saat bersama Speranza semakin besar. Semua orang pantas membencinya sebagaimana mestinya. Yasa bahkan marah kepada dirinya sendiri seperti Speranza marah kepadanya. Yasa sedih seperti Speranza yang merasa sedih. Yasa dengan cepat dekat dan nyaman dengan Speranza. Hanya dengan Speranza Yasa merasakan hal itu. Yasa marah pada keputusannya sendiri. Dia sangat membenci dirinya sendiri karena kembali menjadi lemah.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as despises
Read
+Library
DAISY

DAISY

sindir Eve. Daisy mengerjapkan mata, mencoba mencerna ucapan Eve. "Apa kau menikahinya hanya karena ingin segera pergi dari apartemenku? Berapa kali kukatakan, aku sama sekali tidak keberatan kau di sini." Terlepas dari rasa tidak nyaman karena terus membebani Eve. Daisy punya alasan lain. "Dia punya sesuatu yang menarik di mataku, Eve."
105.9K viewsOngoingAdded to Library 193 Times as despises
Read
+Library
DISENTUH TANPA CINTA

DISENTUH TANPA CINTA

Dadanya terlihat naik turun dengan napas yang memburu. Kutatap balik mata elang itu. Terasa dingin dan juga mematikan. Sebenarnya nyaliku agak menciut melihatnya. Namun, demi melihat sikap egoisnya aku harus berani. "Lepas!" kata cukup datar. Aku tidak mau terpancing emosi.
1058.3K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as despises
Read
+Library
DERSIK

DERSIK

kata Disa dengan senyuman. Fia yang mendengar jawaban dari Disa hanya bisa memutar mata malas. "Kalau kayak gitu buang-buang waktu" kata Fia dengan nada malas. "Eh? Iya juga ya" kata Disa sambil mengaruk lehernya yang tak gatal. Gimana Fia tak bilang seperti itu 'kan kalau ke lantai atas pansti lewatnya dari lantai bawah. Jadi otomatis jawabannya dari lantai dasar setelah itu lantai paling atas yang terakhir.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 396 Times as despises
Read
+Library
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

Salsha menggeleng, airmatanya masih terus mengalir, hatiku terasa teriris melihat wajah Salsha yang seperti ini, benar-benar berbeda dari Salsha yang dulu kukenal. "Loe adalah orang yang paling gue benci setelah Toni", Jawab Salsha sesak. "Loe, yang membuat gue cinta mati sama cowok brengsek itu", Lanjutnya. Mendengar ucapan benci yang keluar dari mulutnya, tubuhku tiba-tiba saja lemas, aku bahkan tidak bisa lagi mengejarnya yang pergi menjauh ke koridor sunyi itu, dan menghilang di dalam bilik kamar mandi yang menjadi mitos anak-anak di sekolah ini.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as despises
Read
+Library
Adoration

Adoration

Tak heran mereka bisa dekat dengan mudah. “Hiks, hiks, hiks,” suara tangis terdengar. Alea seketika duduk dengan tangan yang memegang bagian belakang kursi Baswara. Duduk sambil bersandar, tanpa air mata, hanya wajah kesal penuh dendam. “Aku benci kalian!”
105.8K viewsCompletedAdded to Library 139 Times as despises
Read
+Library
Hoffen

Hoffen

“Lo tinggal di sini? Atas dasar apa?! Sepupu gue bukan, adik bukan, bokap juga bukan!” Lelaki itu tersenyum menyeringai dengan menggelengkan kepalanya. “Siapa juga yang mau jadi sepupu, adik, dan bokap lo! Najis! Nggak sudi!” ketusnya yang tak ingin kalah dengan Trisha.
1012.5K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as despises
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status