Kebangkitan Naga Perang
Namun dari dahinya, mata ketiga menyala—gelap, dalam, dan mengerikan seperti lubang hitam yang menelan harapan.
Mata itu berdenyut, seperti jantung iblis. Setiap kilatan dari sorotnya menyebabkan udara di sekitar mereka merintih dan menggeliat, seolah ruang itu sendiri hendak runtuh. Bahkan tanah di bawah kaki mereka retak, berkerut seperti kulit yang terbakar.
Rendy menggertakkan gigi, darah menetes ke tanah. “Kau... bahkan bukan manusia lagi, Azerith.”
Bab Populer