TERJEBAK MALAM PANAS DENGAN SANG PEWARIS
Naima lalu membawa kopi yang sudah dia buat ke depan, Sri dengan girang mengekor ikut ke depan.
"Diminum, Mas," tawar Naima meletakkan kopi yang masih mengepulkan asap itu di hadapan Dewa.
Dewa mendongak lalu tersenyum, "terimakasih, Nai,"
"Monggo diminum, Mas," sambung Sri ramah.
"Terimakasih, Bu, maaf merepotkan,"
"Eh, cuma air saja, ndak repot." jawab Sri sambil mesam-mesem terpesona dengan ketampanan Dewa.
Hot Chapters