Dokter Sakti Penguasa Dunia
Wanita itu memegang sebutir bidak hitam dengan jari-jarinya yang ramping dan halus, tapi lama tak kunjung menurunkannya ke papan catur.
"Venus, giliranmu," ujar sang pria tua dengan suara tenang.
Wanita itu meletakkan bidak itu di papan dengan gerakan malas, lalu berkata, "Dewa Perang, aku menyerah. Nggak ingin bermain lagi."
Dewa Perang menatapnya heran. "Kenapa berhenti?"
Wanita itu terdiam, tak menjawab.
Tatapan Dewa Perang mendadak berubah dalam tertuju pada mata wanita itu. "Apakah karena Ewan?"