Barraberee
Biar sadar.
“Mi, kok kamu nyuekin aku?”
“Mi, ngomong dong. Aku merasa lagi ngobrol sama patung batu, tau tidak.”
“Mi, ada Berry tuh di belakangmu.”
Kampret!
Kenapa dia malah bahas Berry, sih? Aku menoleh sebentar ke arah jari telunjuk Ayi. Ternyata bener, ada Berry dan kawan-kawan di belakangku. Kami sempat berbalas tatap sekilas. Lalu kompak bersikap saling acuh. Kekanakan sekali bukan?
Hot Chapters