Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menikahi CEO Dingin

Menikahi CEO Dingin

Zzzrrrrtt Tiba-tiba lampu utama di bagian atas berkedip dan meredup ketika lift mulai sudah naik beberapa lantai. “Astaga,” ucap Bunga sembari memegang lengan Alvaro. Dia menaruh semua barang bawaannya. Zzzrrrttttttttt! Gruuk!
105.9K viewsOngoingAdded to Library 224 Times as dialog zainuddin
Read
+Library
Mas, Ayo Bercerai!

Mas, Ayo Bercerai!

“Tuan Haidar ingin memastikan Anda tidak perlu lagi khawatir soal itu.” “Terima kasih,” Zola berbisik, suaranya nyaris tak terdengar. Ia menutup map itu, lalu meletakkannya kembali di atas meja. Ia tidak ingin membahas isinya lebih jauh. Ia hanya ingin mengakhiri ini. Haidar mengangkat kepalanya perlahan, menatap Zola. Matanya merah dan bengkak. “Zola, aku ….”
102.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as dialog zainuddin
Read
+Library
Pesan Rindu Dari Ma'had

Pesan Rindu Dari Ma'had

kata Zein sambil tertawa, sebenarnya bermaksud mengurangi ketegangan Kinan juga. "Tambahin doanya juga Gus, airnya harus nimba dulu jadi tambah lama lagi!" celetuk Ridwan yang duduk di samping Zein. "Ssstt! Kamu mengurangi 5 detik waktuku!" protes Zein dan hanya ditanggapi tawa oleh santri kesayangannya itu. "Saya lihat nama kamu ada di undangan al khodijah, di daftar santri yang ikut khataman!"
9.823.6K viewsOngoingAdded to Library 848 Times as dialog zainuddin
Read
+Library
Mommy Untuk Zee

Mommy Untuk Zee

Ia tahua betul apa yang terjadi dengan keluarga Catherine. "Kamu tidak perlu tahu mereka itu siapa. Kamu hanya harus memegang rahasiaku baik-baik perihal masalah Zee. Please, bantu aku kali ini saja, Vin." Alvin melipat kedua tangannya di depan dadanya saat bertanya, "Seperti selama ini aku tidak pernah membantumu saja, Kate! Apa pria itu Daddynya Zee? Pria itu yang sudah memperkosamu?"
108.3K viewsCompletedAdded to Library 272 Times as dialog zainuddin
Read
+Library
Editor Dingin Bikin Bucin

Editor Dingin Bikin Bucin

Terdengar suara ketukan lembut di pintu kamar Nathaniel. “Ya, paman? Masuk saja,” ucap Nathaniel pembersilakan. Julian membuka pintu, membawa pai yang sudah dipotong. Julian memasuki kamar dengan langkah hati-hati. “Apa kau baik-baik saja, Nate? Kau bisa cerita jika ada masalah,” tawar Julian, matanya penuh kepedulian. Nathaniel mencoba tersenyum lembut, meskipun masih terlihat sedikit tegang. “Aku baik-baik saja, Paman,” jawabnya singkat.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 91 Times as dialog zainuddin
Read
+Library
Neng Zulfa

Neng Zulfa

Zulfa Zahra El-Faza Di luar rumah makan, seorang pegawai mendatangi kami bertiga mengantar minuman. Aku tidak ingat Gus Fatih ataupun Laila memesan minuman itu sebelumnya. Tiga gelas orange squash dengan sedotan bergaris merah putih. Karena aku sendiri juga tidak memesan apa pun. “Matur nuwun, Yu.” Gus Fatih mengucapkan terima kasih kepada laki-laki pengantar minuman itu. Nametag BAYU terpasang di saku kiri kemejanya.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 255 Times as dialog zainuddin
Read
+Library
Sasaran Dendam CEO Dingin

Sasaran Dendam CEO Dingin

bantah Keandra, bohong. 'Hh! Dasar pembohong! bagaimana dia bisa bilang kalau kami baru bertemu sekarang? Padahal dia sudah meninggalkan noda di tubuhku yang takkan pernah bisa terhapus selamanya.' batin Anes, diam-diam mendengkus kesal. "Oh. Saya pikir Anda mengenal Anes," ucap Azka, menganggukkan kepalanya. Kemudian, "Anes! Kamu boleh kembali bekerja," perintah Azka.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as dialog zainuddin
Read
+Library
Istri Dua Juta Dollar CEO Dingin

Istri Dua Juta Dollar CEO Dingin

Hitung-hitung berlibur sambil menjaga keselamatan orang tuanya. "Tidak perlu. Mungkin kami akan lama di sana, dan lagi pula besok kau juga ada rapat dengan Mr. Jack soal pembangunan hotel bercasinomu di Canada kan." Tolak Dad Diego tegas sambil menyeruput kopi hitamnya, menikmati setiap tetes yang membasahi tenggorokannya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as dialog zainuddin
Read
+Library
Setelah Pernikahan

Setelah Pernikahan

Zain mengangguk dan mengikuti ibu untuk masuk kedalam rumah, ia segera duduk di sofa yang sudah usang dan menunggu sang pemilik rumah mengambilkan minum untuknya. "Siapa yang datang Bu?" tanya Andin saat melihat ibunya sibuk di dapur. "Tuan Zain yang datang," beritahu ibu, membuat kedua alis Andin saling bertaut. "Tuan Zain, untuk apa beliau datang sepagi ini?" tanya Andin. "Entahlah, cepat temui! mungkin ada sesuatu yang penting ingin dibicarakan!" Andin melihat jam yang melingkar ditangannya.
8.539.5K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as dialog zainuddin
Read
+Library
Digerebek di Toilet Masjid

Digerebek di Toilet Masjid

Elrima tertawa melihat wajah menggemaskan Zain yang tengah berpikir keras. Pemuda dengan kaos putih dan jaket jeans itu tersadar dari lamunan panjangnya. Ia menghela napas berat lalu menghembuskannya perlahan. "Suatu saat gue bakalan ceritain semuanya ke Elu, Ma," ucap Zain sambil tersenyum hangat. Di tempat lain Malik keluar dari ruangan Rina untuk menelpon Sadam---asisten pribadinya yang baru sampai di Cianjur tadi pagi.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as dialog zainuddin
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status