Luka Seorang Istri
“Mau kutemani?” tanyanya.
“Enggak usah, kalau kamu enggak ikhlas.”
“Ikhlas itu soal hati, tahu apa Mas soal itu, ayo pergi minta maaf.”
“Kamu bilang, Ibu menghinamu lalu sekarang mau minta maaf, apa namanya kalau bukan munafik Dil?” Dilra malah tertawa, dia terus tertawa sampai aku yang melihatnya merasa ketakutan sendiri. Dan kau tahu apa yang selanjutnya terjadi, dia terus tertawa hingga tanpa sadar air mata telah mengalir membasahi pipinya.