Salah Kamar
jawabku lemah.
“Ya Allah, Non. Matanya kenapa sampai bengkak gitu?” Bik Darsih kaget melihat wajah sembab dan mata bengkakku.
“Gak papa, Bik. Sepertinya ada semut di ranjang. Saya terlalu manis, makanya digigit,” jawabku seraya memberikan senyum tipis. Wajah wanita paruh baya di depanku ini tampak tak nyaman. Sepeerti ada yang ingin dia katakana, tetapi masih ragu. Di tangan kanannya ada lipatan handuk bersih yang sepertinya akan dia berikan padaku, dan di tangan kanannya memegang sapu lantai.
Hot Chapters