Resep Rahasia Sang Pecundang
Potret Mak Rendang masih berkobar, api di matanya seolah ingin melompat keluar dari bingkai digital itu.
“Bagaimana… bagaimana aku bisa bicara dengan mereka?” tanya Radit panik, suaranya serak. Ia menatap antarmuka itu, merasakan sebuah koneksi yang belum pernah ia alami. Ini bukan lagi sekadar alat, melainkan sebuah medium, sebuah jembatan.
“Fokuskan niatmu, Bli,” bisik Mang Gede, seolah ia bisa melihat apa yang Radit lihat. “Jaringan itu tidak terhubung oleh sinyal, tetapi oleh rasa. Panggil mereka dengan hatimu.”
Bab Populer