Noda Dalam Pernikahan
Pelan aku melangkah memasuki gedung, ternyata Mama dan Hani sudah ada di sana, mereka menyambut kedatanganku, memberi semangat dan kekuatan hati agar aku tetap baik-baik saja, Aku mengangguk pelan, siap menerima resiko dari keputusan yang telah kuambil.
Ketukan palu hakim di depan kami terdengar lantang, menjadi saksi bahwa aku dan Mas Arya telah resmi bercerai, dan menyandang status janda dan duda. Kulihat Mas Arya tertunduk lesu, wajahnya penuh penyesalan, setelah kehilangan Anita kini ia harus kehilanganku dan juga pekerjaan. Sementara aku bernapas lega akhirnya aku terbebas dari perasaan yang selama ini menyiksa hati dan perasaanku.
Pelan aku keluar gedung. Dengan perasaan berdebar, saat