Terjerat Cinta Sang Fotografer
“Tapi ini salah, Leya.”
“Nggak ada yang salah, Fai. Sudah aku bilang kan? Jangan mencari siapa yang salah atau benar. Please, jangan mencari alasan. Kita sudah terlanjur. Aku nggak akan menuntut apa-apa, apapun itu. Aku janji. Kamu jangan khawatir. Untuk enam bulan saja, Fai. Setelahnya kamu bisa pergi dan nggak perlu mengingatku lagi. Aku juga begitu. Anggap saja aku adalah hiburan kamu selama berada di Indonesia. Nggak perlu ada cinta di antara kita, Fai. Yang penting kita sama-sama bahagia.”
Penawaran dari Cataleya memaku tubuhku. Bibirku terkatup rapat. Aku mengerti konsep yang ditawarkannya. Aku paham betul apa maksudnya. Friend with benefits.