Vila Melati
"Mbak, mata batin pemberian Allah tidak akan hilang oleh ramuan apa pun. Itu spesial dari Allah."
"Mbak paham, 'kan?" Ia meraih tanganku, berusaha meyakinkan. Sementara Ayahnya langsung membatuk kering dan Hektor melepaskan genggaman.
"Gini loh, Mbak. Mata batin pemberian dedemit selalu ada pantangannya. Terbukti saat Mbak mandi ramuan itu."
"Ya, akibat mandi ramuan itu mata batinku tertutup." Aku menunduk, menatap hampa ke lantai restoran.
Hot Chapters