Siasat Cantik Sang Perawat
"Barusan aku jadi kangen sehabis kamu telepon, jadi aku datang buat ketemu kamu."
"Cih!"
Geani mendengkus, jelas tidak percaya dengan perkataannya. Namun, sikapnya tidak sedingin sebelumnya.
Aku terus berusaha dan berbisik di telinganya, "Dokter sudah memeriksaku malam ini. Katanya kalau aku melakukannya dengan pelan, itu nggak masalah."
Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik, tetapi karena aku sudah berbuat salah pada istriku, jadi aku harus mengorbankan diriku sendiri.