Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Owned by The Don

Owned by The Don

Dadanya sesak—antara marah, benci, dan ada secuil rasa iba. Lucca menutup bagasi lalu duduk di samping Bianca. Ia meraih tangan Bianca, meremasnya sekilas. “Jika ini perangkap, kau harus tetap tinggal di mobil. Aku dan Felice yang akan masuk ke gudang itu,” kata Lucca pelan tapi tegas. Bianca mengangguk. “Baiklah.” Felice memotong pembicaraan dengan nada serius. “Don, kita dapat satu pesan. Video siaran langsung dari akun anonim.”
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai don''t scream
Baca
+Pustaka
DONT CALL ME DADDY!!!

DONT CALL ME DADDY!!!

Layar itu sangat mirip dengan kebanyakan film sci-fi luar negeri, dengan kontrol yang rumit dan data yang berjajar rapi di layar. Dengan lincah, wanita itu menggeserkan file demi file. Di antara jutaan file dalam database, terdapat sebuah folder dengan tulisan besar: "R.U.N Project." Wanita itu tersenyum kecil ketika dia memilih sebuah foto dan melihat seorang lelaki Jepang yang bernama Tomoya Uehara dan seorang perempuan bernama Rima Uehara, serta foto seorang perempuan aneh dengan telinga dan ekor kucing. Wanita itu meninggalkan meja kerjanya, langit-langit ruangan dipenuhi dengan cahaya kebiruan yang menenangkan. Dia memandang langit keperakan di luar dan berkata pelan, "Jika waktunya tib
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai don''t scream
Baca
+Pustaka
Dok! Oh Dokter!

Dok! Oh Dokter!

"Dok, tolong periksakan." Kali ini, Jovan tidak mengenakan sarung tangan, kulit kasarnya menyentuhku secara langsung. Tanpa penghalang, sentuhan terasa lebih jelas dari sebelumnya. Agar tidak mempermalukan diri di hadapan dokter, aku hanya bisa mengangkat kepala dan menahannya. Aku begitu fokus melawan perasaan itu sehingga tidak menyadari betapa menggodanya ekspresiku di mata dokter.
391.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai don''t scream
Baca
+Pustaka
Sweet Chaos

Sweet Chaos

“Kyaaaaa!!” Bukan Sena kalau tidak menjerit. Gadis itu kelabakan saat seluruh tubuhnya berada di dalam air. “Tenang, Sena! Tenang! Kalau kamu tenang, kamu nggak akan tengggelam!” Quin memeluk Sena yang mulai berontak karena takut tenggelam. Laki-laki itu sampai menekan tubuh Sena ke dinding kolam agar lebih tenang.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai don''t scream
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

“Udah beberapa hari ini gue nerima teror yang isinya bangkai tikus, darah dan bahkan ancaman supaya gue mati. Isinya persis kaya yang pernah gue liat di laci meja, lu, Dev.” Sarah menunjukkan beberapa kertas yang bertuliskan ‘KAMU HARUS MATI’ padaku juga Satria. Satria mengambil alih kertas itu, “Terus kenapa lu ga cerita sama kita bertiga? Jadi kan kita suudzon sama lu.” Sarah yang ditatap hanya mampu menundukkan matanya. Tak dapat dipungkiri bahwa tatapan Satria masih saja mengintimidasi. Tajam dan menusuk.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai don''t scream
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Mengapa pujian dunia selama ini terasa begitu hampa jika hanya satu kalimat dari Jevan bisa menghancurkannya hingga tak bersisa? Tiba-tiba, keheningan kamar yang mencekam itu pecah oleh suara yang tidak terduga. Lisa terkekeh geli, sebuah tawa yang bermula dari tenggorokan dan perlahan naik menjadi tawa kering yang hampa. Ia mengusap wajahnya dengan kasar di depan sisa-sisa cermin yang masih menggantung, mengoleskan warna hitam dan merah ke seluruh pipinya tanpa rasa jijik. "Aku harus berdandan seperti Mela," bisiknya dengan suaranya yang tidak lagi gemetar.
854 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai don''t scream
Baca
+Pustaka
Don't Touch Me, Prince!

Don't Touch Me, Prince!

Zara dan Sora sedang mengobrol di depan kelas. Ini masih pagi, dan jam pelajaran masih lama di mulai. Terdengar teriakan histeris dari siswi-siswi SMA Cendekia, baik yang junior maupun senior. Penyebab teriakan itu adalah keempat cowok tampan tersebut, yaitu para Prince Charming. "Alex damage nya bukan main." "Wahhh, itu Axelle... Gila cool banget dia."
580 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai don''t scream
Baca
+Pustaka
SSST ... JANGAN BERISIK!

SSST ... JANGAN BERISIK!

"Lepaskan dia sekarang!" "Ssst ... jangan berisik!" kata Dina terbata. "Roy ... Roy tolong Mamah, Roy! Tolong bebaskan Mamah dari perempuan menakutkan ini, Mamah belum mau mati," kata Dona ketakutan, wajahnya terlihat pucat. Dia juga tidak berani bergerak sedikitpun, seperti orang yang pasrah di tusuk tongkat besi itu.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai don''t scream
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status