JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
"Eyang tidak tahu, Neng. Tapi, saat Eyang kerasukan sebelum pergi dari sini, Eyang mimpi buruk. Ada burung kedasih nyinggap di ventilasi jendela."
"Deket sofa, Yang?"
"Iya." Eyang menyahut sembari mengelus pundak Rere. Anak itu sudah mulai tenang, kelopak matanya meredup pertanda ingin tertidur.
"Dalam mimpi, burung itu mengeluarkan kotoran, tapi kotoran yang menetes adalah genangan darah. Eyang mau menangkapnya, melompat sampai tubuh Eyang merasa ringan seperti kapas. Tapi, burung kedasih itu sepertinya kaget, suara mengerikan keluar dari mulutnya. Seperti terlihat sangat ketakutan."