Cinta yang Tak Bisa Kembali
"Sudah lapar ya? Iga asam manis kesukaanmu hampir matang.”
Pemilik kamera berbicara dengan suara manja, "Aku mau cicip dulu, siapa tahu kamu kebanyakan kasih cuka lagi."
Pria itu menggeleng pelan dengan ekspresi lembut, lalu mengambilkan sepotong daging, meniupnya dengan hati-hati, dan menyodorkannya ke arah kamera. "Hati-hati panas."
Layar berpindah, memperlihatkan seorang anak laki-laki yang melompat-lompat. "Aku juga mau! Aku juga mau! Papa pilih kasih, sejak ada Tante jadi nggak sayang aku lagi!"