PENDEKAR TAPAK DEWA
balas La Kalimone.
Ketika La Mudu melepaskan lelahnya di atas sebuah batu besar yang berpermukaan datar, La Kalimone dan La Alo Salaka dengan gembira bercengkerama di aliran sungai yang beraliran deras dan jernih. Ikan-ikan yang besar mereka tangkapi. Ikan-ikan itu mereka retasi, lalu dijemur di atas pemukaan bebatuan yang panas oleh terik yang tajam. Ketika La Mudu bangun, ikan-ikan yang dijemur itu pun sudah lumayan mengering. La Mudu menyaksikan perilaku sepasang kekasih yang sedang memperjuangkan cinta mereka itu dengan perasaan senang.
"Wah, rupanya kalian sudah menyiapkan banyak ikan dendeng buat oleh-oleh."