Di Ujung Senja
jawab Adnan setengah menggoda Edo, “Cari warung ramen, Do!”
“Iya-iya, kenapa Papa jadi ikutan panggil Arra ‘sayang’ sih?” Edo menggerucutkan bibirnya sebagai wujud protes.
“Hei, Arra besok jadi anak papa juga, jadi nggak apa-apa dong!” Adnan terkekeh, dasar bucin, bapak sendiri dicemburuin!
“Iya deh, iya!” Edo tidak lagi menjawab, ia serius dengan kemudinya, sementara di jok samping, Arra hanya senyam-senyum sambil melirik Edo.