Om Duda!
kata Maya dengan penuh penekanan di setiap katanya.
"Apa yang ada di otakmu?! Lima tahun perempuan itu meninggalkan kamu dengan Kai, lima tahu itu bukan waktu sebentar! Kamu bodoh, kamu bodoh menjalin hubungan lagi dengan perempuan itu!"
Devan menundukkan wajahnya dalam. Kedua bahunya bergetar, ia masih menangis.
"Bunda ...." panggil Disya dengan suara yang bergetar.
Suara Disya berhasil membuat atensi yang ada di ruangan ini tertuju kepadanya. Dina dengan langkah cepat menghampiri Disya yang sudah membuka matanya, kedua matanya memerah, cairan bening menghiasi kedua pipinya.