Dijodohin
"Sha, apa kamu sudah bisa melupakanku? Apa kamu sudah tidak sayang dan cinta lagi sama aku? Tidak bisa kan? Kita sama-sama tidak bisa, Sha. Sekeras apa pun aku berusaha, yang ada rasaku padamu semakin besar."
"Aku memang belum bisa, tapi aku akan berusaha dan aku yakin bisa melupakanmu, Vin." Jatuh juga butiran bening dari mata indahnya.
Sakit!
Hatiku merasa nyeri yang amat dalam mendengar pernyataan dia akan melupakanku, akuntidak bisa menerimanya kalau itu terjadi dan aku sakit melihat dia menangis terluka karenaku.
Mungkin karena emosi tidak mau dia melupakanku, aku menempelkan bibirku di bibirnya. Kita berdua menumpahkan semua rasa rindu dan luka dalam ci*man hangat yang memabukan.
Hot Chapters