Dok, Please Cukup!
Nomor pengirimnya tidak tersimpan di kontak mana pun, deretan angka asing yang tidak dia kenali sama sekali.
Nindy membuka pesan itu, matanya menyapu isinya yang cuma terdiri dari tiga kata, tanpa satu pun tanda baca di belakangnya. ‘jangan temui dia!’
Pesan tiga kata itu sudah dikirim ke Hendra sejak subuh, sebelum Malik sempat menyelesaikan kopi paginya, sebelum Nindy sempat mengganti baju untuk kontrol pagi ini. Balasan baru masuk sewaktu mereka berdua berdiri di dalam lift rumah sakit, pintu baja itu masih menutup rapat, angka lantai berganti perlahan di atas kepala mereka.