Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAS DUDAKU MISKIN

MAS DUDAKU MISKIN

Kalau iya, duda beranak dua itu benar-benar memberikan efek yang baik untuk perubahan mood sahabatnya. Saat Sienna menjemputnya, Belva tahu sahabatnya itu sedang dalam mood yang buruk. Dan dia tahu siapa yang membuat mood Sienna buruk. Mama Sienna? tentu saja apa yang bisa membuat mood Sienna buruk kalau bukan mamanya sendiri. "Mas duda lo, kayaknya berhasil membuat mood lo bagus ya. Dikasih apa lo Ra?" tanya Belvana. "Apaan sih, enggak. Dia gak ngasih apa-apa."
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai doulo dalu 2
Baca
+Pustaka
Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah

Sudah tertangkap basah akan melakukan tindakan mesum masih saja dia berani berkilah. "Surya, kedua mata papa ini masih berfungsi dengan sangat baik. Apa kamu sedang menuduh Papa sedang buta." Nada bicara Dimitri semakin meninggi saja. Kedua ekor mata Surya bisa melihat dengan jelas kalau sang kekasih, Chayana Aurellia sedang ketakutan. Itu tampak jelas karena Yana dengan kuat menggigit bibir bawahnya. Sebelah tangan Surya terulur untuk menggenggam tangan Yana. Menyalurkan sedikit demi sedikit saja kekuatan agar Yana kuat melalui ini. Bukankah jika bersama kita akan lebih kuat.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai doulo dalu 2
Baca
+Pustaka
Satu Malam Bersama Ceo Duda

Satu Malam Bersama Ceo Duda

Tanpa disuruh dua kali, Zia pun menyalami Azka, dan mencium tangan laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu. Sembari Zia mencium tangannya, Azka membaca doa, seraya menyentuh ubun-ubun Zia, dengan dituntun oleh sang penghulu. "Bismillahirrohmanirrohim. Allohumma inni as aluka khoirohaa wa khoiro maa jabaltahaa 'alaihi, wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrima jabaltahaa 'alaihi."
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai doulo dalu 2
Baca
+Pustaka
Duda Pilihan Mama

Duda Pilihan Mama

Ia mondar-mandir sebentar, lalu mengintip ke lorong. "Perbesar bagian wajahnya," pinta Wulan. Indra melakukan zoom. Gambar sedikit buram, namun terlihat jelas sosok yang beberapa saat kemudian melepas masker dan hoodienya karena panik. "Ya Tuhan ..." bisik Wulan. "Mirip Dito," ujar Indra. Wulan menegakkan tubuh. "Kita punya cukup alasan untuk memanggil dia."
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai doulo dalu 2
Baca
+Pustaka
Cindaku Sang Penguasa

Cindaku Sang Penguasa

cibir Askara memeletkan lidahnya saat berhasil mengelak dari lemparan batu. "Kupastikan kau akan mendapat balasannya!" Dalu mengangkat batu yang bobotnya lumayan berat, ukurannya juga sebesar anjing dewasa. Mengeluarkan tenaga yang ada sampai tergopoh-gopoh dan berusaha melemparkannya supaya lawan di depannya. "RASAKAN INI! ARRGHHH!" Dalu mengayun batu itu, namun sayang lemparannya meleset.
1019.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai doulo dalu 2
Baca
+Pustaka
DANYANG

DANYANG

Suaranya masih tenang, tak ada getar ketakutan atau keraguan sama sekali. Dalu meletakkan telapak tangan kirinya di pundak kanan Dayu, kemudian dia meminta Dayu mengambil napas sedalam mungkin lalu menahan napasnya. "Dua, tiga, satu!" Dalu menghitung. Dayu merasakan sentuhan tangan Dalu di pundak kanannya menghilang, dia menarik tangannya secara perlahan, tapi ada perasaan aneh seolah Dayu merasa ada sesuatu yang turut ikut tertarik dari sana.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai doulo dalu 2
Baca
+Pustaka
DILEMA DUA HATI

DILEMA DUA HATI

Dan Ali akan menjadi pengecut selamanya. *** Gu mencuci kedua tangannya diulang-ulang menggunakan sabun penghilang kuman. Ia jijik memandang dirinya sendiri. Sudahlah tadi kesempatannya untuk membunuh Ivan hilang begitu saja. Ditambah lelaki berambut ikal itu memintanya untuk memeriksa teman seperjuangannya. Tangan Gu tadi menyentuh tubuh Ivan
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai doulo dalu 2
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

pinta Runia. Ardian merasa was-was, pandangannya harus jeli melihat kemana kedua bola matanya bergerak. Runia, mengenggam tangan Dika, perlahan ia berhasil mendapatkan senjata api. Sayang seribu sayang Dika refleks menarik pegas itu dan menembakkannya ke arah Runia. Runia tersungkur, ia memeluk dirinya, noda merah membanjiri tubuhnya, hatinya merasa senang dan bahagia, karena sudah mengutarakan isi hatinya pada Dika.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai doulo dalu 2
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda

"Duduk sini, Ay." Ia menuruti kemauan pria itu. Duduk sambil di dekap. Tidak protes, tidak ada HP yang mengganggu. Athalla menggenggam tangannya sambil memeluk dari belakang. "Apa yang mau kamu dengar, Ay?" "Lo cerai." "Janji nggak boleh cerita sama orangtuamu. Ini kita berdua yang tahu." "Hmm." "Mantan istriku tidur dengan pria lain, Ay."
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai doulo dalu 2
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Doa serta lantunan ayat-ayat suci yang mereka bisikkan berubah menjadi dengungan yang membuat kedua iblis itu meraung kemudian mengeluarkan cairan berbau busuk berwarna hijau pekat. Sendala menyerang Rendra dengan bisa ular yang berubah menjadi jarum tipis penuh racun. Suara benturan terdengar saat lelaki itu mengibaskan tangannya. Tubuh Sendala terpental lalu mulutnya kembali mengeluarkan cairan berbau. "Boleh juga kemampuanmu. Jangan mimpi biasa mengalahkan aku, mati kau!" berang Jenggala. Tubuh besar itu merangsek masuk dan mulai terbakar namun tidak di pedulikan.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai doulo dalu 2
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status