Dendam yang Tak Terlupakan
Ia sempat merasa berada di puncak dunia dan yakin bahwa malam ini adalah malam penaklukannya.
"Aku cantik!" bisiknya dengan suara yang mulai gemetar dan mencoba mencari pembenaran dari pantulan di depannya. Namun, cermin itu seolah telah disihir untuk mengkhianatinya secara kejam. Tidak ada lagi sosok dewi sempurna yang ia puja sejak sore tadi. Yang tersisa hanyalah sebuah distorsi visual yang tampak asing, aneh, dan mendadak mengerikan. Di bawah pendar lampu kristal yang memancarkan cahaya putih dingin, gaun emerald green yang ia banggakan berubah drastis. Gaun itu tidak lagi terlihat seperti mahakarya perancang ternama, melainkan kostum panggung murahan yang terlalu dipaksakan.