Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Bukan Istrimu Lagi

Aku Bukan Istrimu Lagi

Sore harinya. Dunia di kala senja, segalanya jadi terasa indah, membawa pesan untuk kita, tentang cerita kehidupan, dimana selalu ada cinta, ada perih, ada pedih, dan kebahagiaan. "Zzz....Zzz" Satria sedang tertidur pulas, setelah asik bermain seharian, Tiara dan Sagara duduk di kursi malas dekat kolam renang kamar hotel, mereka berdua menikmati pemandangan senja, warna-warna indah yang dilukis semesta, menentramkan hati mereka, hati yang sedang sedih, kecewa, dan tersakiti.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Tidak, Larisa. Dunia tidak pernah mati. Kita hanya baru sekarang bisa mendengarnya.” Malampun kembali tiba dengan damai. Bintang-bintang di langit terlihat lebih dekat dari biasanya dan cahaya jingga tampak masih tersisa di ufuk barat, seolah dunia enggan mematikan senjanya. Mereka berempat, Arjuna, Larisa, Ratih, dan Raksa terlihat sedang duduk mengelilingi api unggun kecil. Nagara tertidur di pangkuan Ratih seraya memeluk batu birunya erat-erat.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
MENIKAHI PRIA LUMPUH

MENIKAHI PRIA LUMPUH

Mereka semua sibuk dengan pembuatan istana pasir, menciptakan momen kebersamaan yang penuh kegembiraan di tepi pantai itu. Matahari perlahan merunduk di cakrawala, menandakan akan segera turunnya senja. Dariel, Lucia, dan Ethan berbaring di atas pasir, menatap langit yang berubah warna dari biru ke oranye dan merah muda yang indah. "Senja hari ini sangat cantik, bukan, Ethan?" Lucia bertanya sambil menatap langit senja. Ethan, dengan mata penuh kekaguman, mengangguk setuju. "Iya, Ethan suka!"
9.8345.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.9K kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian

TPU Anggrek Ungu Semestinya, semburat oranye di cakrawala sore itu—membuat Jenna merasakan kedamaian dan ketentraman. Seperti hari-hari sebelumnya, di saat sore hari tiba—dirinya selalu memandangi langit senja dengan perasaan suka cita. Tapi berbeda dengan hari ini. Senja yang biasanya membuat senyumnya terbit di wajah, kini justru malah tangis yang meluruh dari wajah itu.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Ia terasa penuh oleh jejak-jejak tak terlihat—orang-orang yang pernah duduk, menulis, bernapas, lalu pergi sedikit lebih ringan. Anggi masuk kamar dengan langkah pelan. Di antara napas Rafa dan Rendra yang teratur, ia memejamkan mata dengan satu pikiran sederhana yang kini tak lagi terdengar seperti harapan, tapi kenyataan: Mereka tidak menyelamatkan dunia. Mereka hanya memastikan, di satu titik kecil dunia, orang boleh berhenti sebentar— dan itu cukup untuk membuat besok sedikit lebih mungkin.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Perempuan Terlarang

Perempuan Terlarang

Anya memalingkan tubuhnya dan meninggalkan pria jawa itu dengan wajah masamnya. "Kok malah nesu (marah), tho? Memangnya aku salah, ya cuma mau kenalan aja?" Diaz hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal dan tak memusingkan perkataan tetangganya itu. Tak lama berselang, senja telah menunjukkan warna kemerahan yang indah di ufuk barat. Netra coklat itu memandang ciptaan Illahi dengan senyum manis dan wajah yang penuh harapan. "Seandainya kamu ada di sini, Diana ... kamu pasti akan senang melihat warna jingga saat sang baskara (matahari) mulai menampakkan redupnya." Diaz hanya menghela napas, menikmati semilir angin sore hari sambil menikmati kesendirian di tengah hamparan sawah nan hijau
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

ELEGI SENJA Perih itu Menembus benteng-benteng kulit ari Hingga lebur pada jangat kulit diri Pedih itu Tak lagi mampu meracun hati Karena pedih terlanjur abadi Tangis ini Bukan lagi mengalir sepi Tapi mendarah memanas hakiki Senja kala itu menjadi saksi Kabar duka mendera Menjadi titik di mana kau tak berbalik Melebur satu bersama ombak Menjadi buih di tengah lautan tanpa tepi Sesal bergulung mengundang hujan
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Senja di ufuk barat

Senja di ufuk barat

jawab Junos. Junos kembali kemejanya dan menatap danau yang berkilau memancarkan cahaya dari matahari senja dan mulai bercerita. "Beberapa tahun yang lalu, aku sering kemari dengan seseorang." "Siapa ?" tanya Glyn. "Tunanganku.." jawab Junos singkat. "Oh..." mendengar jawaban Junos, Glyn agak sedikit kecewa. "Lalu, dimana dia sekarang ?" tanya Glyn lagi.
9.92.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

Aku selalu bermimpi tentang Indah hari tua bersamamu Tetap cantik rambut panjangmu Meskipun nanti tak hitam lagi Bila habis sudah waktu ini Tak lagi berpijak pada dunia Telah aku habiskan Sisa hidupku hanya untukmu Dan telah habis sudah cinta ini Tak lagi tersisa untuk dunia Karena telah kuhabiskan Sisa cintaku hanya untukmu Untukmu hidup dan matiku Bila musim berganti Sampai waktu terhenti Walau dunia membenci 'Ku 'kan tetap di sini Bila habis sudah waktu ini (Bila musim berganti)
9.96.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status