Di Ujung Senja
tanya Redita pada sosok itu.
“Tentu tidak, kapan sih aku menolak kedatangan kamu?” Yanven terkekeh, ia meraih gulingnya lalu mendekap benda itu erat-erat.
“Terima kasih banyak, Ven. Kamu memang terbaik!” Redita tersenyum sambil mengacungkan dua jempolnya, mengikuti tagline kartun asal Malaysia itu.
Sontak Yanven tertawa terbahak, “Aku bukan Boboboy, Sayang!”