Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan
Atau mungkin kulitnya yang sudah mati rasa.
Berjalan menuju dapur, setiap langkah berbunyi pelan di keheningan rumah. Mengambil segelas air dari dispenser. Air dingin mengalir di tenggorokan, tapi tidak menghilangkan kekeringan di dadanya.
Di ruang keluarga, foto pernikahan mereka tergantung—Raisa dengan gaun pengantin putih yang membuatnya terlihat seperti puteri dongeng, mahkota kristal di rambut, senyum lebar yang tulus. Dimas dengan setelan hitam, dasi kupu-kupu, senyum yang kini lebih sering ia lihat di rapat Zoom daripada di rumah. Di foto itu, tangan mereka bertautan. Jari-jari saling menggenggam erat. Seperti tidak akan pernah terlepas.