Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
Setelah mengatakannya, dia langsung beredar dengan wajah tertekuk dalam, dan tanpa menunggu respon dariku lagi.
Pada akhirnya aku hanya bisa tahan napas. Tapi wajahnya yang tertekuk itu, itu sudah lebih dari sekadar jawaban.
"Hah wanita! Di mana-mana sudut dunia, sepertinya kalian ini kurang lebih sama saja. Bedanya, ada yang malu mengakui kegelisahan hatinya, tapi ada juga yang hanya malu-malu saja. Sedangkan sedikit dari mereka, mereka tidak peduli sama sekali dengan rasa malu itu asalkan hasratnya dapat tersalurkan!" gumamku mengakhiri lamunan.