Lima Samurai Batavia
Apalagi setelah kehilangan Sakurako.
“Itu melanggar kode etik kami sebagai Samurai,” Hideyoshi mengeluarkan pedangnya yang tadi diberikan oleh Takeshi kepadanya. Pantulan lampu ruangan tampak di bilah besi tajam itu. Belum lama memiliki, tetapi entah mengapa, dia merasa sudah mendapatkan atmosfer kedekatan dengan senjata ini. Dia merasa, apa yang akan dia katakan ini pun berasal dari gagasan pedang itu sendiri. Kala pedang itu berhasil dia keluarkan semua dari sarungnya dan dia tegakkan ke atas udara, dia mantap melanjutkan kalimatnya, “seandainya saja aku menebas seratus nyawa dengannya,” dia angkat dan gengam pedang itu kuat-kuat, “aku ingin dunia pun juga tahu kalau aku memang sudah meneb
Bab Populer