Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam
Kezia pun seperti merasakan sesuatu yang familiar, ia pun lalu mengambil perkedel dan mencicipinya untuk meyakinkan lidahnya.
“Hmm, ayo bicara lah. Bagaimana rasanya? Hmm? Hmm?..” Tanya Nera dengan senyum menggoda.
“Ini Enak!! Enak sekali, seperti....buatan ibumu!.”
“Tepat!..Akurat!.. ini memang sup dan masakan ibuku, dan dia memang membuatkannya khusus untukmu. Yah mungkin kau jodoh dengan ibuku atau masakannya, karena tanpa direncanakan saja kau dan makanan ini bisa bertemu tanpa janjian. Fyuh, aku jadi agak iri.”