Istri Yang Kubenci
Delisa menggelengkan kepalanya, menolak semua kenyataan itu dengan rasa kecewa yang teramat sangat.
"Nggak, kamu pasti bohong, Gas! Jangan bilang kalo kita–"
Ucapan Delisa terhenti. Dia tidak kuat menahan sesak di dadanya. Delisa terisak di atas tempat tidur.
"Sa, dengerin. Apa yang kita lakukan itu atas dasar suka sama suka. Waktu aku bilang aku udah punya istri, kamu tidak perduli, Sa. Kamu–"