Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
From Your Eyes Only

From Your Eyes Only

“ Belum Ma, masih panjang, aku tidak boleh banyak mempergunakan mataku dulu, melihat handphone, laptop dan aku tidak boleh stress. Mama kan dengar sendiri kata-kata dokter saat visit, Mataku juga tidak boleh langsung terkena sinar matahari , harus selalu pake kaca mata hitam kalau siang. Mungkin 3 sampai enam bulan lagi, kalau semuanya berjalan lancar baru aku bisa melihat dengan sempurna” “ One step at a time , Boy.. One step at a time. Kita jalani satu persatu ” Susan berkata tetap dengan belaian lembut di tangan anaknya “ Yang penting kamu ingat, mama dan papa akan selalu bersamamu. Lupakan hal yang sedih-desih. Tidak usah ingat tentang Erika. Kamu pasti bisa mendapatkan wanita
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai eyes talk
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Kania Putri
marah kecewa pasti ada ini tapi aq yakin laras bukan tipe cewe pendendam dia dapt memutuskan sesuatu dengan kepala dingin & bukan dengan emosi sesaat. aq yakin sih laras akan memaafkanmu. ya ampun deg2an ini menanti julio berkata jujur pada laras
~•°Putri Nurril°•~
bener² dapat kejutan banget di bab minggu ini. dan setiap permasalahan yang ada pasti ada solusi. novel ini mengajarkan tentang kehidupan yang tak selamanya di atas/ di bawah. ceritanya pun ngeh banget di hati. thanks Ci Net, udah bikin cerita yang luar biasa
Baca Semua Ulasan
I Am Your Eyes

I Am Your Eyes

Tanpa ada yang mengetahui, kedua pelupuk mataku mulai berkaca-kaca dan dalam satu kedipan siap tumpah. "Pertanyaan lo itu gak guna sumpah. Kalau mau ngomong itu dipikir dulu, main asal ceplos aja. Cih!" Agatha masih terus membalas. Sebuah tangan tiba-tiba sudah menggenggam lembut telapak tanganku, melirik sekilas ternyata itu tangan milik Agatha yang sudah berdiri di sampingku tapi matanya tetap lurus ke depan. "Kok lo yang jadi sensi? Jangan-jangan ucapan gue bener lagi kalau cewek itu bisu, iya, kan?"
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai eyes talk
Baca
+Pustaka
Breakfast at Midnight

Breakfast at Midnight

tanya Alex sambil melihat TV. “Terlihat seperti itu dari sini. Tapi tidak di mata pemain. Oleh karena itu ada kamera khusus bernama Hawk Eye dalam kasus seperti ini. Hawk Eye sees it all.” Alex dan Lily telah fokus ke TV yang menayangkan instant replay dari kamera. Bayangan bola itu masih masuk ke dalam garis side lines, dan otomatis bola itu telah masuk. “Wah, aku tidak tahu bahwa bayangan bola sampai di hitung.” Alex merasa takjub.
84.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai eyes talk
Baca
+Pustaka
Another Eye

Another Eye

Bisik Martha. Penglihatan yang dimiliki manusia terbagi menjadi banyak tingkatan. Seperti kelopak bunga mawar yang ia pegang, mata manusia memiliki banyak lapisan yang menentukan segala sesuatu yang akan nampak di pupil mereka. Para Lowest mendominasi dunia, mereka adalah manusia yang memiliki penglihatan normal. Hanya mampu melihat satu lapisan dimensi yang ada didepan pandangan mereka.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai eyes talk
Baca
+Pustaka
Tuan Pewaris, Nyonya Memilih Pergi

Tuan Pewaris, Nyonya Memilih Pergi

Eva mengambil sebutir pil, meneguknya dengan sekali tegukan. Dia menunggu sebentar, sampai kondisi matanya berangsur-angsur membaik. Eva bernapas lega dan merasa sedikit tenang. Ia memandang obat miliknya di atas meja. Mengatasi glaukoma tidaklah hal mudah, memerlukan perhatian khusus. Eva berjalan ke arah cermin, memandang bayangan sendiri dengan mata menyipit. Tangannya terangkat, menyentuh matanya. “Bagaimana jika akhirnya aku benar-benar tidak bisa melihat lagi?”
1078.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai eyes talk
Baca
+Pustaka
The Blue Eyes

The Blue Eyes

TBE 45 Aku terus memperhatikan pria yang tengah mengintip ke bagian dalam mobil. Terdorong rasa penasaran akhirnya aku membuka pintu depan dan maju menghampirinya yang sontak berbalik. Selama beberapa detik kami saling beradu pandang dengan sorot mata nyaris sama, yaitu sangat tajam dan seolah-olah hendak menguliti lawan.
95.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai eyes talk
Baca
+Pustaka
Isela: Putri yang Terbuang

Isela: Putri yang Terbuang

“Tim kami telah melakukan yang terbaik untuk putri Anda. Namun ada beberapa catatan yang yang harus Anda ketahui.” Catelyna menelan salivanya dengan kesulitan. “Tentang apa?” “Syaraf optic mata kanannya telah mengalami kerusakan total sehingga matanya yang kembali jernih hanya sebatas kebutuhan visual saja, namun tidak mampu membuatnya melihat,” cerita Evelyn pelan. Grayson menarik napas dengan sesak. Tidak ada udara yang benar-benar masuk, hanya hampa yang mengeringkan tenggorokan.
1062.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai eyes talk
Baca
+Pustaka
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Nyesssss abis, padahal baru kalimat pendek yang terucap barusan! Wait a sec, bukan cuman itu. Wajahnya juga nyess, mirip seperti es Magnum. Coklat-coklat kriuk gitu deh. Gimana nggak, mas-mas berkulit coklat kriuk ini adalah pemilik mata terindah yang pernah kutemui. Tajam seperti elang, tapi juga teduh seperti lautan. Auw, hidungnya mancung kayak perosotan TK. Bibirnya yang kecup-able.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai eyes talk
Baca
+Pustaka
Wolf fair eyes

Wolf fair eyes

Tidak berusaha bertanya lebih banyak. Mata Bella beralih pada satu garis lurus. Tempat dimana wajah Alice terpahat apik. Tampak sempurna dengan bola mata jernih yang menghanyutkan. Warna merah batanya tampak tenang. Bella jadi penasaran seperti apakah warna mata Alice dibalik softlens tersebut. "Matamu cantik. Tetapi jika boleh mengingatkan jangan terlalu sering memakai softlens. Tidak baik untuk penglihatan."
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai eyes talk
Baca
+Pustaka
Beauty Lies in the Eyes

Beauty Lies in the Eyes

Kehidupan Shen Ying adalah kehampaan yang dingin. Di ranjang sempit dan usang, Shen Ying duduk dengan tubuh lemah, matanya kosong menatap keluar jendela. Jika ia mampu merasakan, mungkin ia akan menangis. Air mata yang keluar dari matanya hanyalah respon dari tubuhnya bukan dari jiwanya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai eyes talk
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status