Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan
"Sia-sia saja, Dania. Mau berapa ratus kali pun kamu tidur dengan laki-laki, rahimmu itu tetap rahim kering! Rahim mandul yang tidak berguna! Kamu itu kutukan di keluarga ini, hanya seonggok daging kosong yang tidak bisa memberikan keturunan!"
Hinaan itu begitu tajam, begitu vulgar, memenuhi ruangan dengan racun yang pekat. Jika itu terjadi beberapa bulan lalu, Dania pasti sudah luruh ke lantai, menangis histeris meratapi nasibnya yang divonis mandul.