Janji Selamanya
Cindy langsung merangkul bahunya dan bicara dengan nada menantang,
“Iya, Kak Luna, kamu nggak marah, ‘kan?”
Aku hanya mengangguk dan tak menjawab.
Sepertinya Steve juga menyadari sikap dinginku. Dia meletakkan sarapan di atas meja, lalu berbicara dengan nada lembut,
“Kemarin kamu pengin sekali menonton film bioskop yang baru tayang itu, ‘kan?”
“Kebetulan aku ada waktu hari ini, ayo kita pergi.”
Film itu memang langsung banjir pujian sejak tayang perdana. Aku sudah pernah beberapa kali mengajaknya nonton, tapi selalu ditolak oleh Steve.
Bab Populer