Sentuh Aku, Pak!
Senyum yang jarang sekali Savian lihat, atau mungkin ini kali pertamanya Carla melempar senyum selebar itu?
"Film romance, kan?" Carla mengangguk dengan antuasias, membuat Savian turut tersenyum juga. Kemungkinan besar apa yang gagal di ruangannya akan berhasil di sini. Memancing Carla sangatlah mudah.
Detik demi detik belalu, Savian fokus menonton sambil mengusap punggung tangan Carla seperti biasa. Menunggu momen yang tepat untuk bergerak lebih, tapi setelah Savian menyadari... ada yang salah dengan filmnya. Tidak ada adegan romantis sedari tadi, yang ada hanya tokoh utama yang selalu membawa celurit dan senjata tajam lainnya. Tanpa ragu menebas leher yang menjadi mangsanya.