Mendadak Dinikahi Calon Papa Mertuaku
Fino duduk berhadapan dengannya, lalu berkata dengan senyum hangat, “Selamat makan, Kak. Buat pertama kalinya aku masak khusus buatmu.”
Sinta menatap piring nasi goreng di depannya. Asapnya masih mengepul, aromanya menggoda. Ia mengambil sendok pelan, lalu menyuap sedikit. Seketika matanya membulat, rasanya sederhana tapi hangat.
“Hmm...” Sinta menahan senyum. “Nggak nyangka, ternyata kamu bisa masak juga, Fin.”
Fino mengangkat alis sambil tersenyum percaya diri. “Jangan remehkan aku dong. Kalau soal masak, aku jagonya... asal bahannya telur dan nasi.”