Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janji Selamanya

Janji Selamanya

Usai bicara, dia menatap Steve dengan pandangan lembut. “Steve, ayo cepat kasih lihat hadiah untuk Kak Luna.” Mendengar itu, Steve buru-buru mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tasnya, membukanya dan menyodorkannya padaku. “Ini khusus untukmu, coba dibuka.” Steve terlihat cukup bangga, seolah yakin aku bakal sangat berterima kasih. Aku melirik sekilas ke dalam kotak, sepasang anting dengan desain simple, dihiasi mutiara dan permata biru berbentuk bunga, tampak manis dan segar.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai fine-fine aja
Baca
+Pustaka
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

jawab Al "Tapi lu gak apa apain dia kan ?" tanya Aji "Ya enggak lah bego, aku tuh bukan buaya seperti mu," jawab Al kesal dengan pertanyaan Aji "Tapi dia cantik loh Ji," ucap Citra "Beneran ? lebih cantik mana sama kamu Cit ?" tanya Aji "Cantikan dia Ji," ucap Citra menjawab pertanyaan Aji "Wah, kalau lu gak mau kasih aku aja Al," ucap Aji
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai fine-fine aja
Baca
+Pustaka
Fare Finta [Indonesia]

Fare Finta [Indonesia]

Aku memberi isyarat untuk menawarkan kotak bakpia yang kuletakkan di atas pagar pembatas dan secara kebetulan posisinya berada di tengah-tengah kami. "Kamu membawanya dari Jogja?" "Iya. Aku menyisakannya untukku sendiri. Yang lain sudah kuberikan sebagai oleh-oleh pada Mama." Aksara tak menjawab. Tetapi, aku melihat pergerakan tangannya yang membuka kotak tersebut dan mengambil satu bakpia dari dalamnya. Aku tak tahu rasa apa yang ia ambil karena kotak bakpia yang kusodorkan berisi empat rasa berbeda, yakni kacang hijau, cokelat, keju, dan kumbu hitam. Tenang saja. Semua pilihan rasanya enak. Tinggal menyesuaikan selera mana yang menjadi favorit di antara keempat rasa yang tersedia.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai fine-fine aja
Baca
+Pustaka
Ajari Cinta Jatuh Cinta

Ajari Cinta Jatuh Cinta

Ajari Cinta jatuh cinta Agar dia mengerti rindu Ajari Cinta jatuh cinta Supaya aku bisa membahagiakannya "Siapa laki-laki gila ini?" Lelaki botak dengan kaos metal merasa terganggu. Dia menonton Sang Berandal dari bawah. Panggung yang seharusnya dia injak mendadak dibajak oleh pejantan yang gabut gara-gara menunggu dua wanita berbelanja.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai fine-fine aja
Baca
+Pustaka
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Saat aku masih belum puas, Liam mendekat dan menyodorkan segelas minuman. "Aku nggak minum lagi. Hari ini sudah terlalu banyak minum, kalau lanjut lagi aku nggak bisa pulang," tolakku sambil menahan sensasi aneh di bawah sana. "Ini bukan alkohol, ini jus pereda mabuk. Minum sedikit saja agar perutmu lebih nyaman.” “Apa kamu merasa nggak enak badan? Aku melihatmu terus duduk di pojok sendirian. Bagaimana kalau kuantar pulang saja sekarang?"
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai fine-fine aja
Baca
+Pustaka
Ternyata Aku Madunya

Ternyata Aku Madunya

ucap Fina sambil mendesah saat sesuatu mengusik intinya. “Beri aku kepuasan, yang membuat aku akan terus ketagihan untuk selalu ingin cepat pulang,” balas Rama tepat di samping telinga Fina. “Aku akan berikan kesan yang nggak akan pernah kamu lupakan, tapi bukan disini tempatnya,” jawab Fina.
1013.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai fine-fine aja
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Asih mengangguk, mengamati sepasang suami istri yang kini masih berdiri di dekat motornya. "As, kau harus hati-hati sama Eko, dia juga tukang judi. Itu lho yang lewat hape, apa namanya ya?" Bude Tarti berbisik dan menoleh ke teman di sampingnya. "Anu, apa ya ... selot ... selot apa sih?" "Itu lho, As. Ngeslot. Judi slot. Menang sekali, kalahnya ribuan kali. Tapi herannya banyak yang nggak sadar juga."
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai fine-fine aja
Baca
+Pustaka
Jagat Lelembut

Jagat Lelembut

Mereka yang asik menata dan merapikan ulang sumber mata air itu tak terasa bahwa matahari akan segera tenggelam, Jaka langsung mengajak Brian untuk pulang kembali kerumah penginapan. Di lain sisi Rara dan Bunga sudah selesai, akan tetapi Aji masih menyusuri saluran air yang kering itu, ketika Rara dan Bunga mengajak Aji untuk kembali pulang, ia tidak mau dan berkata "kalian duluan saja, gua masih mau mengukur aliran ini". Rara dan Bunga meninggalkan Aji berdua bersama Rio disana. Matahari yang sudah mulai tenggelam menurunkan penerangan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai fine-fine aja
Baca
+Pustaka
Janji Kedua

Janji Kedua

Ada capcay, koloke, sop iga, emping belinjo, kerupuk udang dan beberapa jenis keripik dalam toples. “Astaga, ini mau pesta, Mbok?” “Mbak Cean yang mau. Entahlah, akhir-akhir ini kan dia suka makanan yang aneh-aneh.” “Istriku?” “Iya, Mas. Memang yang namanya Cean istri siapa, to?”
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 518 kali sebagai fine-fine aja
Baca
+Pustaka
JandA

JandA

tanya Jeffrey dengan suaranya yang dalam. “A-apa, Tuan? N-Nona Aline? Bukankah beliau bersama dengan-” “Tidak! Dia belum kembali ke rumah!” Jeffrey terlihat putus asa sambil mengepalkan tangannya menahan segala rasa dalam dirinya. “M-masukla dulu, Tuan.” Ajak pria pemilik apartemen mewah yang tak lain adalah Georgio. “Saya buatkan Anda minuman dulu, Tuan-”
105.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai fine-fine aja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status