Diperistri Mas Duda
Hal itu membuat debaran di jantung Kinan menjadi tak beraturan.
Ia menatap langit-langit kamarnya. Ia menyentuh bibirnya, "Apa seperti itu yang dinamakan ciuman manis? Sweet kiss itu seperti tadi? Ya Tuhan, Kinan." Kinan menghentakkan kakinya pada ranjang. Ia malu bukan main. Selama ini ia hanya melihat dari film-film asia dan Hollywood yang ia lihat, namun sekarang, ia merasakan sendiri bagaimana rasanya dan itu belum juga tiga puluh menit.
"Kinan! Lo gila Kinan.tidur Kinan tidur!!!"
*****