Maduku Tak Tahu Aku Kaya
"Hum, sudah saatnya kamu bangkit. Pikirkan dirimu sendiri, jangan terlalu fokus mengejar kesuksesan. Kamu juga butuh pendamping hidup,"
Aku tertunduk ketika mendengar perkataannya. Mungkinkah selama ini aku terlalu sibuk mengejar kesuksesan untuk membuktikan padada Mas Hafiz dan Riska, hingga aku mengabaikan diriku sendiri? Tapi bukankah dengan pergi kesalon, jalan-jalan, belanja, itu artinya sudah memikirkan diriku?
"Tapi, Ra. Rasanya hatiku belum siap,"
Hot Chapters